Suasana khidmat menyelimuti fajar Idul Fitri 1447 H di kawasan Ambunten. Sebelum gema takbir berganti dengan saf-saf salat Id, keluarga besar Bani Ummul terpantau melakukan tradisi tahunan ziarah kubur ke makam sesepuh mereka, Almarhumah Ummul Fadal dan Almarhum Djalimar Siswosugito.
Kegiatan ziarah yang dimulai sejak pagi buta ini menjadi pemandangan rutin bagi warga sekitar, namun tetap membawa kesan religius yang mendalam. Puluhan anggota keluarga berkumpul di depan pusara untuk melantunkan ayat-ayat suci sebagai bentuk bakti kepada orang tua yang telah mendahului.
Hasim Karyanto Pimpin Doa
Pantauan di lokasi, pembacaan Surah Yasin dan Tahlil tahun ini dipimpin langsung oleh Hasim Karyanto. Pria yang merupakan putra bungsu dari pasangan Ummul Fadal dan Djalimar Siswosugito tersebut memandu jalannya doa dengan penuh kekhusyukan.
Seluruh anggota keluarga, mulai dari anak hingga cucu, tampak menundukkan kepala sembari mengikuti lantunan doa. Ziarah ini sengaja dilakukan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri guna memastikan "hadiah" doa sampai kepada para leluhur sebelum perayaan kemenangan dimulai.
Anjangsana Pererat Silaturahmi
Usai menunaikan ibadah salat Id di masjid setempat, keluarga besar ini tidak langsung membubarkan diri. Rombongan Bani Ummul melanjutkan agenda dengan tradisi anjangsana atau berkunjung ke rumah saudara-saudara mereka di wilayah Ambunten.
Tradisi saling mengunjungi ini menjadi momen krusial untuk mempererat tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang karena kesibukan sehari-hari. Tawa dan sapa hangat antar kerabat mewarnai setiap persinggahan di rumah-rumah saudara.
"Ziarah dan silaturahmi ini adalah cara kami menjaga akar keluarga tetap kuat," ujar salah satu anggota keluarga di sela-sela kunjungan.
Dengan tetap lestarinya tradisi yang dipimpin oleh keturunan langsung ini, keluarga besar Bani Ummul membuktikan bahwa nilai-nilai penghormatan kepada leluhur dan kerukunan antar saudara tetap menjadi fondasi utama mereka dalam merayakan hari raya di tanah Ambunten

